Teknik Pemeliharaan dan Aklimatisasi dalam Kultur Jaringan

Teknik Pemeliharaan dalam Kultur Jaringan - Pada meteri pembiakan tanaman kali ini akan membahas mengenai Teknik Pemeliharaan dan Aklimatisasi pada Kultur Jaringan dan juga tentang Prosedure Kerja Aklimatisasi pada Tanaman Anggrek, yang dilengkapi juga dengan contoh gambar eksplan yang siap dipindahkan atau sub kultur ke media tanam baru, untuk lebih jelasnya dapat dibaca pada penjelasan berikut ini!

Teknik Pemeliharaan dan Aklimatisasi dalam Kultur Jaringan

Eksplan yang telah ditanam, agar dapat tumbuh menjadi kalus dan kemudian menjadi planlet, membutuhkan pemeliharaan yang rutin dan tepat. Tahap ini bertujuan untuk menggandakan propagul atau bahan tanaman yang diperbanyak seperti tunas, serta memeliharanya dalam keadaan tertentu sehingga sewaktu-waktu bisa dilanjutkan untuk tahap berikutnya.

Eksplan yang sudah waktunya dipindahkan sub kultur
Eksplan yang sudah waktunya dipindahkan sub kultur
Pada tahap ini, perbanyakan dapat dilakukan dengan cara merangsang terjadinya pertumbuhan tunas cabang dan percabangan aksiler atau merangsang terbentuknya tunas pucuk tanaman secara adventif, baik secara langsung maupun melalui induksi kalus terlebih dahulu. Seperti halnya dalam kultur fase inisiasi, di dalam media harus terkandung mineral, gula, vitamin, dan hormon dengan perbandingan yang dibutuhkan secara tepat (Wetherell, 1976). Hormon yang digunakan untuk merangsang pembentukan tunas tersebut berasal dari golongan sitokinin seperti BAP, 2-iP, kinetin, atau thidiadzuron (TDZ).
Eksplan yang sudah dipindahkan kemedia baru
Eksplan yang sudah dipindahkan kemedia baru

Kemampuan memperbanyak diri yang sesungguhnya dari suatu perbanyakan secara in-vitro terletak pada mudah tidaknya suatu materi ditanam ulang selama multiplikasi (Wetherell, 1976). Eksplan yang dalam kondisi bagus dan tidak terkontaminasi dari tahap inisiasi kultur dipindahkan atau disubkulturkan ke media yang mengandung sitokinin. Subkultur dapat dilakukan berulang-ulang kali sampai jumlah tunas yang kita harapkan.

Eksplan atau kalus yang sudah waktunya untuk dipindahkan ke dalam media tanam yang baru harus segera dilaksanakan, tidak boleh sampai terlambat. Pemindahan yang terlambat dapat menyebabkan pertumbuahn eksplan atau kalus dapat terhenti atau dapat mengalami browning atau terkontaminasi oleh jamur atau bakteri.

Aklimatisasi

Dalam proses perbanyakan tanaman secara kultur jaringan, tahap aklimatisasi planlet merupakan salah satu tahap kritis yang sering menjadi kendala dalam produksi bibit secara masal. Pada tahap ini, planlet atau tunas mikro dipindahkan ke lingkungan di luar botol seperti rumah kaca , rumah plastik, atau screen house (rumah kaca kedap serangga). Proses ini disebut aklimatisasi. Aklimatisasi adalah proses pengkondisian planlet atau tunas mikro (jika pengakaran dilakukan secara ex-vitro) di lingkungan baru yang aseptik di luar botol, dengan media tanah, atau pakis sehingga planlet dapat bertahan dan terus menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Pembiakan dengan kultur jaringan baru bisa dikatakan berhasil jika planlet dapat diaklimatisasi ke kondisi eksternal dengan keberhasilan yang tinggi.
Tahapan proses Aklimatisasi
Tahapan proses Aklimatisasi

Tahap ini merupakan tahap kritis karena kondisi iklim mikro di rumah kaca, rumah plastik, rumah bibit, dan lapangan sangatlah jauh berbeda dengan kondisi iklim mikro di dalam botol. Kondisi di luar botol bekelembaban nisbi jauh lebih rendah, tidak aseptik, dan tingkat intensitas cahayanya jauh lebih tinggi daripada kondisi dalam botol. Planlet atau tunas mikro lebih bersifat heterotrofik karena sudah terbiasa tumbuh dalam kondisi berkelembaban sangat tinggi, aseptik, serta suplai hara mineral dan sumber energi berkecukupan.

Disamping itu tanaman tersebut memperlihatkan beberapa gejala ketidak normalan, seperti bersifat sukulen, lapisan kutikula tipis, dan jaringan vaskulernya tidak berkembang sempurna, morfologi daun abnormal dengan tidak berfungsinya stomata sebagai mana mestinya. Strutur mesofil berubah, dan aktifitas fotosintesis sangat rendah. Dengan karakteristik seperti itu, palanlet atau tunas mikro mudah menjadi layu atau kering jika dipindahkan ke kondisi eksternl secara tiba-tiba. Karena itu, planlet atau tunas mikro tersebut diadaptasikan ke kondisi lngkungan yang baru yang lebih keras. Dengan kata lain planlet atau tunas mikro perlu diaklimatisasikan
Net House Aklimatisasi
Net House Aklimatisasi

Prosedure Kerja Aklimatisasi Tanaman Anggrek
  1. Pilihan tanaman yang terlah siap dipidahkan.
  2. Potong pakis hingga kecil–kecil, cuci hingga bersih dan rendam pakis tersebut didalam air yang telah diberi fungisida dan bakterisida selama kurang lebih 15 menit.
  3. Masukan sedikit air kedalam botol agar mudah mengeluarkan tanaman, sehigga tidak merusak perakaran tanaman.
  4. Bersihkan tanaman tesebut, hingga bersih agar tidak terjadi kontaminasi.
  5. Lalu rendam tanaman tersebut pada air yang telah diberi fungisida dan bakterisida kurang lebih selama 15 menit.
  6. Pakis yang tadi telah direndam angkat dan tiriskan.
  7. Sebelum pot diisi oleh media pakis, sebaiknya diberi gabus.
  8. Masukan pakis kedalam pot.
  9. Tanam tanaman yang tadi telah di rendam oleh air yang telah diberi fungisida dan bakterisida.
  10. Simpan ditempat yang teduh jangan terkena matahari langsung.
Sekian pembahasan mengenai Teknik Pemeliharaan dan Aklimatisasi dalam Kultur Jaringan dan juga tentang Prosedure Kerja Aklimatisasi pada Tanaman Anggrek, semoga dapat menambah wawasan sobat dalam memahami kultur jaringan khususnya dalam pembahasan pemeliharaan dan aklimatisasi, selamat belajar!